pada hari minggu 22 juli 2007 kemaren di desa2 seluruh kab jombang serempak di adakan pemilihan lurah bersama, dengan tujuan agar lebih meminimalisir hal hal yang seperti kemaren kemaren, yaitu perjudian, penipuan, penyogokan dan pe pe pe yang lain.....
alahmdulillah memang ada kebaikan dampak yang kurasakan, tapi aku berucap "gak jadi Alahmdulillah" ternyata teori yang sedemikian tidak dapat merubah sepenuhnya ada nya motif2 seperti tuempoe doeloe. bagaimana tidak ternyata meraka para calon masih mempunyai pikiran bahwa menjadi lurah adalah harus dengan modal agar supaya mendapat ganjaran desa yang padahal hasilnya juga tidak lebih sepuluh persen apa bila di kalkulasi, tapi bukan itu saja yang tampat....
akhirnya kepala desa yang terpilih adalah mereka2 yang mempunyai modal banyak untuk menipu rakyatnya demi mendapatkan jabatan yang seharusnya di jalankan tanpa modal pun bisa terlaksana.
di sini kita sama2 harus mengakui terutama di wilayah jombang... ternyata (apalagi yang jadi lurah di desaku) ia hanya di setir oleh mertuanya yang dia sendiri merasa tidak pantas dan gak punya modal untuk menjadi seorang lurah di desaku. karena dia merasa hanya lulusan SMA dan apalagi istrinya yang hanya berprawakan tak lebih dengan seorang gembel yang tidak bisa meletakkan dirinya di mana dan bagaiman harus bersikap.
jadi.... wahai pejabat indonesia, terutama di jombang.... aku hargai teorimu untuk melaksanakan lurah2 an lebih baik dan tertib. tapi kalau kalian diam saja dengan apa yang terjadi dan bangga dengan teorimu yang masih omong kosong. maka perbaikilah bagaimana cara agar teorimu berjalan seperti yang kalian harapkan. mungkin ini hanya ngomong belaka... tapi jujurlah kalau tidak takut miskin..
wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar