Selasa, Juli 24, 2007

Pilihan Lurah..! Pancet ae...

pada hari minggu 22 juli 2007 kemaren di desa2 seluruh kab jombang serempak di adakan pemilihan lurah bersama, dengan tujuan agar lebih meminimalisir hal hal yang seperti kemaren kemaren, yaitu perjudian, penipuan, penyogokan dan pe pe pe yang lain.....
alahmdulillah memang ada kebaikan dampak yang kurasakan, tapi aku berucap "gak jadi Alahmdulillah" ternyata teori yang sedemikian tidak dapat merubah sepenuhnya ada nya motif2 seperti tuempoe doeloe. bagaimana tidak ternyata meraka para calon masih mempunyai pikiran bahwa menjadi lurah adalah harus dengan modal agar supaya mendapat ganjaran desa yang padahal hasilnya juga tidak lebih sepuluh persen apa bila di kalkulasi, tapi bukan itu saja yang tampat....
akhirnya kepala desa yang terpilih adalah mereka2 yang mempunyai modal banyak untuk menipu rakyatnya demi mendapatkan jabatan yang seharusnya di jalankan tanpa modal pun bisa terlaksana.
di sini kita sama2 harus mengakui terutama di wilayah jombang... ternyata (apalagi yang jadi lurah di desaku) ia hanya di setir oleh mertuanya yang dia sendiri merasa tidak pantas dan gak punya modal untuk menjadi seorang lurah di desaku. karena dia merasa hanya lulusan SMA dan apalagi istrinya yang hanya berprawakan tak lebih dengan seorang gembel yang tidak bisa meletakkan dirinya di mana dan bagaiman harus bersikap.
jadi.... wahai pejabat indonesia, terutama di jombang.... aku hargai teorimu untuk melaksanakan lurah2 an lebih baik dan tertib. tapi kalau kalian diam saja dengan apa yang terjadi dan bangga dengan teorimu yang masih omong kosong. maka perbaikilah bagaimana cara agar teorimu berjalan seperti yang kalian harapkan. mungkin ini hanya ngomong belaka... tapi jujurlah kalau tidak takut miskin..
wassalam

Selasa, Juli 17, 2007

wacana

Pendidikan Al Qur an di Indonesia

Mengelus dada pertama kali ku lakukan, bila merasakan ketimpangan dunia pendidikan di Indonesia.
aku paham akan kekurangan hal ini, tapi titik tekannya dalam dadaku adalah masalah pendidikan Al Qur an di Indonesia, mengapa ?... karena menurutku ada ketidak adilan dalam penangan dari mulai segala aspek ke-TPQ-an. bagaimana tidak, dalam pendidikan formal mereka memberikan segala apa yang di butuhkan bahkan berlebihan sehingga memancing tangan untuk menaruh di belakang administrasi bantuan yang ada. bukan itu aja, bahkan masalah pemberian honor... mereka yang di sekolah formal di berikan jabatan PNS.
Sedangkan kalau kita melihat serta merasakan... apakah TPQ kurang, bila harus di formalkan seperti sekolah2 yang ada.
Untuk itu buat teman2 yang tahu cara mudah dan tak bertele2 bagaimana ya cara memformalkan program TPQ di Indonesia, atau kalau memang negara takut bangkrut karena memandang TPQ kurang penting yaaaa setidak2nya di berikan jalan yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mendirikan lembaga pendidikan Al Qur an, seperti yang aku inginkan di DUSUNKU yang Nduesooo Pol